Testimonials

No comment

new arrivals

Information

TROUBLESHOOTING DAN REMOTE MELALUI IMM (INTEGRATED MANAGEMENT MODULE)

IMM (Integrated Management Module) adalah teknologi dari IBM yang memungkinkan kita melakukan banyak hal dengan server IBM melalui manajemen port yang sudah disediakan. Caranya adalah sebagai berikut.

Disisi belakang setiap server IBM (x3400M3 keatas, untuk single socket, port-nya sharring) akan terlihat satu port ethernet yang berlabel hitam seperti pada gambar

imm_port.jpg

Sambungkan kabel ethernet kedalam port ini

imm_connect_with_cable.jpg

Lalu sambungkan ke notebook atau PC yang ada, dan ganti IP addressnya menjadi 192.168.70.(selain 125). Karena IP default untuk IMM adalah 192.168.70.125.

Setelah berhasil, buka browser dan masukkan IP address: 192.168.70.125

login.jog

Silahkan login dengan default sebagai berikut:

User Name: USERID

Passwort : passw0rd (0=angka nol)

Lalu klik “login”

screen2.jpg

Klik "continue"

imm1.jpg

Ini adalah tampilan menu dari IMM, seperti kita lihat, disana ada system status, virtual light path, event log dan lain-lain. Saya akan coba bahas satu per satu, namun tidak semua, hanya yang sering digunakan atau yang berguna saja.

1. Kita bisa menghidupkan dan mematikan server secara remote dari menu “power/restart”

on-off.jpg

 

2. Kita dapat melakukan troubleshooting pada server dari event log seperti pada gambar.

event_log.jpg

Jika ada yang berwarna merah, artinya error dan lihat errornya kenapa.

3. Kita juga bisa melihat light path diagnostics melalui virtual light path, jadi tidak perlu datang ke data center untuk menemui unitnya

virtual_light_pad.jpg

Biasanya hal ini berguna untuk server yang tidak mempunyai light path diagnostics mendetail seperti x3100M4, x3250M3 dan lain-lain. Atau juga biasa digunakan oleh administrator datacenter untuk melihat permasalahan server dari ruangan yang berbeda (tidak perlu ke ruangan data center-nya)

4. Kita juga bisa melihat data dari server melalui menu “virtual product data”

virtual_product_data.jpg

Tidak hanya terbatas sampai disini, namun fitur ini juga memungkinkan kita me-remote server dari meja kerja kita. Tampilan server akan muncul di notebook atau PC kita, dan kita bisa mengoperasikan server tersebut tanpa harus datang ke ruangan data center

Untuk mengaktifkan fitur diatas, diperlukan tambahan hardware yaitu “iMM virtual media key”, bentuk hardwarenya adalah seperti ini:

virtual_media_key.jpg

Cara pemasangannya adalah seperti ini.

Pada contoh, saya akan memasang virtual media key tersebut kedalam server x3650M3, maka buka cover dari server dan akan terlihat slot seperti in di motherboard:

vmk_slot.jpg

Slot tersebut adalah untuk virtual media key

vmk_installed.jpg

Pada gambar berikut, virtual media key sudah terpasang di dalam server dan memungkinkan kita menggunakan fitur remote ini.

Kita akan kembali ke IMM, cara masuk ke fitur remote ini adalah sebagai berikut:

Masuk ke menu “remote control”, dan pilih “start remote in single user mode”. Jangan lupa juga untuk mengaktifkan pilihan “Encrypt disk and KVM data during transmission” seperti contoh berikut:

remote_control.jpg

starting_remote.jpg

Jika sudah terbuka, maka tampilan server akan terlihat di layar notebook kita

server_on_screen.jpg

Dari sini, kita juga bisa “on/off’ server dari menu “tools” seperti yang terlihat pada contoh

on_remote.jpg

Untuk keyboard, seharusnya apabila kita sudah men-check list pilihan “Encrypt disk and KVM data during transmission”, keyboard kita sudah terintegrasi kedalam system. In case kalau tidak tersambung bisa mengaktifkan keyboard virtual melalui menu “macros” seperti terlihat pada contoh

keyboard_virtual.jpg

Kita juga bisa menggunakan DVD/optical yang ada di notebook atau boot dari file .iso yang ada di harddisk notebook untuk menginstall OS di server ini. Caranya adalah:

Masuk ke menu “tools”

virtual_media1.jpg

Pilih “Launch Virtual Media”

virtual_media2.jpg

Apabila ingin memerintahkan untuk boot dari optical notebook, tinggal di check list source optical kita, missal di E: atau D:, lalu klik “mount selected”

Namun apabila kita ingin boot dari file .iso, maka pilih “add image”

virtual_media3.jpg

Pilih directory dari file .iso disimpan. Pada contoh kali ini, saya akan boot server guide terlebih dahulu, baru OS nya, jadi yang saya cari pertama adalah directory server guide saya

virtual_media4.jpg

Klik “open”, setelah itu cari directory OS

virtual_media5.jpg

Klik “open”

Setelah mendapatkan kedua directory-nya, maka akan terlihat seperti ini;

virtual_media6.jpg

Check list kedua file nya, lalu klik “Mount Selected”.

JANGAN menutup tampilan ini, karena mapping image-nya tidak akan bekerja, maka di minimize saja.

Berikut tampilan kalau kita klik tanda “x” dan menutup tampilan ini saat sedang ada file yang aktif:

virtual_media7.jpg

DONE! Demikianlah cara remote dan troubleshooting melalui salah satu fitur dari IBM yang disebut IMM (Integrated Management Module). Semoga berguna buat teman-teman semua.